Minggu, 20 Januari 2019

REVIEW JURNAL

Sistem Pakar untuk Mendiagnosis Hama pada Tanaman Jambu Biji menggunakan Metode Bayes

 ABSTRAK
Jambu biji merupakan tanaman yang berasal dari Amerika tropic. Tanaman ini dapat tumbuh pada tanah yang gembur maupun liat selama tempat tersebut terbuka dan mengandung air yang cukup banyak. Jambu biji bisa menghasilkan buah dengan sempurna namun bisa juga tak berbuah seperti yang diharapkan. Hal tersebut tidak terlepas dari adanya pengaruh hama dan penyakit yang mengintainya. Maka dari itu dibuatlah sistem pakar dengan menggunakan metode bayes ini untuk mendiagnosis hama pada tanaman jambu biji agar para petani jambu biji mendapatkan hasil panen yang maksimal.
METODE
Probabilitas bayes adalah salah satu cara untuk mengatasi ketidakpastian dengan rumus sebagai berikut:
𝑝(𝐻|𝐸) = 𝑝(𝐸|𝐻) × 𝑝(𝐻)
𝑝(𝐸)
Dimana :
P(H|E) : Probabilitas hipotesa H jika terdapat evidence E
P(E|H) : Probabilitas munculnya evidence E jika diketahui hipotesa H
P(H)    : Probabilitas hipotesa H tanpa memandang evidence apapun
P(E)     : Probabilitas evidence E tanpa memandang apapun
MASALAH
Adapun permasalahan yang dibahas dalam jurnal ini yaitu bagaimana mengatasi permasalahan yang ada pada tanaman jambu biji ini dengan menggunakan sistem pakar agar dapat mencari solusi yang tepat dan cepat.
SOLUSI
Metode yang digunakan adalah metode bayes yang diawali dengan tahapan analisis yang terdiri dari 3 tabel yaitu tabel gejala penyakit pada tanaman jambu biji, tabel nilai bayes dan tabel presentasi kesimpulan. Tabel-tabel ini yang nantinya akan menjadi penentu apakah tanaman jambu biji tersebut terserang penyakit atau tidak. Jika iya, maka akan diperhitungkan pula berapa persen keyakinan bahwa tanaman itu terserang penyakit dengan menggunakan rumus probabilitas bayes.
EVALUASI
Jurnal ini hanya menjelaskan berapa persen keyakinan bahwa tanaman jambu biji tersebut terserang penyakit atau tidak. Namun tidak ada penjelasan apa yang menyebabkan tanaman tersebut terkena penyakit, bagaimana cara mencegah atau mengobati tanaman-tanaman itu. Kedepannya, semoga peneliti mampu menjabarkan lebih detail sehingga para petani tahu dengan jelas penyebab dan cara mencegahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar