Sistem Pakar untuk Mendiagnosis Hama pada Tanaman Jambu Biji menggunakan Metode Bayes
ABSTRAK
|
Jambu biji merupakan tanaman
yang berasal dari Amerika tropic.
Tanaman ini dapat tumbuh pada tanah yang gembur maupun liat selama tempat
tersebut terbuka dan mengandung air yang cukup banyak. Jambu biji bisa
menghasilkan buah dengan sempurna namun bisa juga tak berbuah seperti yang
diharapkan. Hal tersebut tidak terlepas dari adanya pengaruh hama dan
penyakit yang mengintainya. Maka dari itu dibuatlah sistem pakar dengan
menggunakan metode bayes ini untuk mendiagnosis hama pada tanaman jambu biji
agar para petani jambu biji mendapatkan hasil panen yang maksimal.
|
METODE
|
Probabilitas bayes adalah salah satu cara untuk
mengatasi ketidakpastian dengan rumus sebagai berikut:
𝑝(𝐻|𝐸) = 𝑝(𝐸|𝐻) × 𝑝(𝐻)
𝑝(𝐸)
Dimana :
P(H|E) : Probabilitas hipotesa H jika terdapat
evidence E
P(E|H) : Probabilitas munculnya evidence E jika diketahui hipotesa H P(H) : Probabilitas hipotesa H tanpa memandang evidence apapun P(E) : Probabilitas evidence E tanpa memandang apapun |
MASALAH
|
Adapun permasalahan yang
dibahas dalam jurnal ini yaitu bagaimana mengatasi permasalahan yang ada pada
tanaman jambu biji ini dengan menggunakan sistem pakar agar dapat mencari
solusi yang tepat dan cepat.
|
SOLUSI
|
Metode yang digunakan adalah
metode bayes yang diawali dengan tahapan analisis yang terdiri dari 3 tabel
yaitu tabel gejala penyakit pada tanaman jambu biji, tabel nilai bayes dan
tabel presentasi kesimpulan. Tabel-tabel ini yang nantinya akan menjadi
penentu apakah tanaman jambu biji tersebut terserang penyakit atau tidak.
Jika iya, maka akan diperhitungkan pula berapa persen keyakinan bahwa tanaman
itu terserang penyakit dengan menggunakan rumus probabilitas bayes.
|
EVALUASI
|
Jurnal ini hanya menjelaskan
berapa persen keyakinan bahwa tanaman jambu biji tersebut terserang penyakit
atau tidak. Namun tidak ada penjelasan apa yang menyebabkan tanaman tersebut
terkena penyakit, bagaimana cara mencegah atau mengobati tanaman-tanaman itu.
Kedepannya, semoga peneliti mampu menjabarkan lebih detail sehingga para
petani tahu dengan jelas penyebab dan cara mencegahnya.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar